Halo pecinta wisata kuliner batam,..
Nah, bicara soal makanan pedas, kali ini saya mau berbagi pengalaman saya makan ayam taliwang di kota Batam. Biasanya kalau dengar kata ayam taliwang, mindset orang pasti langsung “cabe”, “sambal”, atau “pedas”. Taliwang sendiri merupakan nama salah satu kota di pulau Lombok. Ga heran, Indonesia bagian timur memang juaranya makanannya pedas sih. Terlebih, Lombok juga terkenal sebagai salah satu kota penghasil cabe terbesar di Indonesia.
Petualangan saya pun sampai di Ayam Bakar Taliwang Pelita yang katanya enak dan pedasss. saya sampai disana jam makan siang. Restorannya ramai, jadi saya duduk di dekat pintu dengan harapan ga terlalu panas. Menu yang saya pesan adalah Ayam Bakar Taliwang, Ayam Bakar Kecap, Pergedel Jagung, Kelapa Muda, dan Jus Mangga.
Sambil menunggu makanan, saya ngemil Peyek yang ada di meja. saya juga ga mau kalah, tapi dia ambil foto tampak depan dari warung ayam bakar taliwang ini. Penampakannya sebagai berikut:

Minuman saya datang dalam waktu 10 menit, berikut penampakannya.
Kelapa Muda
saya kali ini beruntung karena kelapa mudanya mudah banget dikorek pakai sendok. Kelapanya lembut lagi. Kalau soal rasa, ya seperti kelapa muda pada umumnya.
Jus Mangga
Satu gelas jus mangga benar-benar full diisi sampai ke bibir gelas. Rasanya mirip dengan jus mangga LEZAT SEKALI KULINER DI RESTO SAKA,MAU COBA?,....... Hanya saja, jus mangga yang di resto saka lebih manis dibandingkan yang disini. Kentalnya mirip. Sampai sekarang, saya masih penasaran, jenis mangga apa yang mereka pakai. Dulu sempat saya tanyakan ke waiter resto saka, jawabannya ga tau. So, it’s still a mystery for us. Is anybody know about it? Share with us, please..
Ayam Bakar Taliwang
Potongan ayamnya besar. Balutan sambalnya sangat menggoda dan menggiurkan lidah. Ayam Taliwangnya enak, cuma karena saya sudah pernah makan yang lebih enak dan lebih murah, jadinya biasa aja. Pedasnya lumayan….membakar! Dulu saya pernah makan di dekat rumah lama, di sana ada sambal taliwang namanya, sambalnya agak cair, dan cara makannya adalah dengan dituangkan ke nasi untuk menambah cita rasa. Sayang di sini tidak ada, apabila ada, mungkin bisa menambah nilai dari menu ini. So far, menu ini hanya nasi dengan ayam bakar yang pedas, not more..
Ayam Bakar Kecap
Karena saya ga bisa makan terlalu pedas, saya akhirnya coba pesan ayam bakar kecap. Penyesalan datang saat saya mulai menanti ayamnya yang tak kunjung datang. 30 menit adalah waktu yang harus saya korbankan untuk menu yang satu ini. Ternyata kalau ayam bakar kecap, ayamnya tidak disiapkan setengah matang dulu karena peminatnya tidak terlalu banyak. Sedangkan ayam bakar taliwang, ayamnya sudah disiapkan jadi hanya butuh waktu sebentar aja untuk membuatnya siap dihidangkan. Ok, setelah menunggu 30 menit, bagaimana rasanya? Ternyata biasa aja, seperti ayam bakar kecap pada umumnya. Sama halnya dengan ayam bakar taliwang, menu ini juga didampingi sayur asem, sambal, dan lalapan sejenis.
Pergedel Jagung
Entah kenapa dinamakan pergedel jagung, tapi yang pasti, maksudnya sama dengan perkedel jagung. sayamemesan 2 pcs pergedel jagung dan sudah habis sebelum ayam bakar kecap dan ayam bakar taliwangnya disajikan. Wkwkwk.. Habisnya saya lagi laper banget saat itu. Rasanya sih lumayan enak bangeeeet,...
Harga dan Rekomendasi Menu
Bagi saya, dengan total harga yang saya bayar, saya tidak mendapatkan rasa dan pelayanan yang setimpal. Jadi terasa ga worth it. Yang paling mengagetkan adalah harga peyeknya. Rasanya standar harganya ga standar.
saya pernah ditanya sama teman saya yang orang bule, “Kenapa ya orang
Indonesia kalau makan pasti pakai sambal? Kalau setiap hari makan
sambal, lauknya jadi ga terasa nikmat dong, karena rasanya sambal terus”
Hehe.. Si bule kaga tau kalau sambal itu justru senjatanya orang
Indonesia biar makan tambah nikmat. Kalau saya, biasanya suapan pertama
pengen cobain rasa originalnya, jadi ga ditambahin macem-macem dulu
(seperti merica, cabe, sambal, dll), baru berikutnya tambah sambal
supaya bisa menikmati perbedaan rasa makanan itu sendiri.
Nah, bicara soal makanan pedas, kali ini saya mau berbagi pengalaman saya makan ayam taliwang di kota Batam. Biasanya kalau dengar kata ayam taliwang, mindset orang pasti langsung “cabe”, “sambal”, atau “pedas”. Taliwang sendiri merupakan nama salah satu kota di pulau Lombok. Ga heran, Indonesia bagian timur memang juaranya makanannya pedas sih. Terlebih, Lombok juga terkenal sebagai salah satu kota penghasil cabe terbesar di Indonesia.
Petualangan saya pun sampai di Ayam Bakar Taliwang Pelita yang katanya enak dan pedasss. saya sampai disana jam makan siang. Restorannya ramai, jadi saya duduk di dekat pintu dengan harapan ga terlalu panas. Menu yang saya pesan adalah Ayam Bakar Taliwang, Ayam Bakar Kecap, Pergedel Jagung, Kelapa Muda, dan Jus Mangga.
Sambil menunggu makanan, saya ngemil Peyek yang ada di meja. saya juga ga mau kalah, tapi dia ambil foto tampak depan dari warung ayam bakar taliwang ini. Penampakannya sebagai berikut:

Tampak Depan
Minuman saya datang dalam waktu 10 menit, berikut penampakannya.
Kelapa Muda
saya kali ini beruntung karena kelapa mudanya mudah banget dikorek pakai sendok. Kelapanya lembut lagi. Kalau soal rasa, ya seperti kelapa muda pada umumnya.
Jus Mangga
Satu gelas jus mangga benar-benar full diisi sampai ke bibir gelas. Rasanya mirip dengan jus mangga LEZAT SEKALI KULINER DI RESTO SAKA,MAU COBA?,....... Hanya saja, jus mangga yang di resto saka lebih manis dibandingkan yang disini. Kentalnya mirip. Sampai sekarang, saya masih penasaran, jenis mangga apa yang mereka pakai. Dulu sempat saya tanyakan ke waiter resto saka, jawabannya ga tau. So, it’s still a mystery for us. Is anybody know about it? Share with us, please..
Ayam Bakar Taliwang
Potongan ayamnya besar. Balutan sambalnya sangat menggoda dan menggiurkan lidah. Ayam Taliwangnya enak, cuma karena saya sudah pernah makan yang lebih enak dan lebih murah, jadinya biasa aja. Pedasnya lumayan….membakar! Dulu saya pernah makan di dekat rumah lama, di sana ada sambal taliwang namanya, sambalnya agak cair, dan cara makannya adalah dengan dituangkan ke nasi untuk menambah cita rasa. Sayang di sini tidak ada, apabila ada, mungkin bisa menambah nilai dari menu ini. So far, menu ini hanya nasi dengan ayam bakar yang pedas, not more..
Ayam Bakar Kecap
Karena saya ga bisa makan terlalu pedas, saya akhirnya coba pesan ayam bakar kecap. Penyesalan datang saat saya mulai menanti ayamnya yang tak kunjung datang. 30 menit adalah waktu yang harus saya korbankan untuk menu yang satu ini. Ternyata kalau ayam bakar kecap, ayamnya tidak disiapkan setengah matang dulu karena peminatnya tidak terlalu banyak. Sedangkan ayam bakar taliwang, ayamnya sudah disiapkan jadi hanya butuh waktu sebentar aja untuk membuatnya siap dihidangkan. Ok, setelah menunggu 30 menit, bagaimana rasanya? Ternyata biasa aja, seperti ayam bakar kecap pada umumnya. Sama halnya dengan ayam bakar taliwang, menu ini juga didampingi sayur asem, sambal, dan lalapan sejenis.
Pergedel Jagung
Entah kenapa dinamakan pergedel jagung, tapi yang pasti, maksudnya sama dengan perkedel jagung. sayamemesan 2 pcs pergedel jagung dan sudah habis sebelum ayam bakar kecap dan ayam bakar taliwangnya disajikan. Wkwkwk.. Habisnya saya lagi laper banget saat itu. Rasanya sih lumayan enak bangeeeet,...
Harga dan Rekomendasi Menu
Bagi saya, dengan total harga yang saya bayar, saya tidak mendapatkan rasa dan pelayanan yang setimpal. Jadi terasa ga worth it. Yang paling mengagetkan adalah harga peyeknya. Rasanya standar harganya ga standar.
| Ayam Bakar Taliwang | Rp27.000 (termasuk nasi putih) | |
| Ayam Bakar Kecap | Rp27.000 (termasuk nasi putih) | |
| Pergedel Jagung | Rp4.000 | Direkomendasikan |
| Kelapa Muda | Rp15.000 | Direkomendasikan |
| Jus Mangga | Rp16.000 | Direkomendasikan |
| Rempeyek | Rp8.000 |






0 comments:
Post a Comment